Remaja 15 Tahun Lakukan Penembakan Massal di California

Sebuah insiden penembakan massal terjadi di kawasan Kentucky, Amerika Serikat pada hari Selasa (23/1) kemarin. Kejadian ini terjadi di Sekolah Menengah Marshall County di kota Benton. Terungkap jika pelakunya adalah pelajar laki-laki berusia 15 tahun. Kini remaja itu sudah ditangkap dan ditahan di kepolisian setempat. Polisi mengatakan pelaku gadispoker ditangkap sekitar 15 menit setelah melepas tembakan, sekitar pukul 08:00 pagi waktu setempat.

 

Dari penuturan polisi setempat, tersangka penyerang melakukan aksinya sendirian dengan melepas tembakan menggunakan pistol di tempat berkumpul bersama sebelum pelajaran dimulai. Karena aksinya ini, remaja pelaku akan didakwa dengan pembunuhan dan upaya pembunuhan. Demi menyelidiki insiden ini, FBI sampai turun tangan. Matt Bevin selaku Gubernur negara bagian Kentucky sampai menyebut kasus pembunuhan massal ini sebagai tragedi yang luar biasa.

 

Melalui akun Twitternya, Bevin berkomentar, “Sulit dipercaya hal ini bisa tejadi di komunitas yang saling berhubungan erat seperti Marshall County. Dan karena masih banyak yang belum diketahui, saya meminta orang untuk mencintai satu sama lainnya pada saat ini. Jangan berspekulasi namun datanglah berdampingan bersama dengan dukungan dan biarkan fakta muncul.”

 

Dilaporkan kalau ada sekitar 1.146 pelajar di Sekolah Menengah Marshall County. Insiden penembakan di sekolah ini bukanlah yang kali pertama karena pada April 2017, tiga orang tewas saat ada penembakan massal di ruang kelas Sekolah Dasar San Bernardino, California seperti dilansir BBC.

 

Dua Pelajar Dipastikan Tewas

 

CNN menyebutkan jika penembakan massal oleh remaja ini mengakibatkan enam belas orang terluka, dua di antaranya cedera serius dan dua remaja tewas. Kedua korban sama-sama berusia 15 tahun bernama Bailey Holt dan Preston Cope. Holt dilaporkan tewas di tempat kejadian sementara Preston meninggal di pusat medis Universitas Vanderbilt di Nashville.

 

Karena TKP berada di sekolah menengah, korban luka berusia 14 hingga 18 tahun. Komisaris Polisi Negara Bagian yakni Richard W. Sanders menjelaskan mengenai kronologi insiden. Dimana tersangka yang dipersenjatai dengan pistol masuk ke sekolah pada pukul 08.57 pagi dan mulai menembak. Dua menit kemudian panggilan darurat ke 911 dilakukan. Beberapa orangtua korban bercerita jika penembakan terjadi sebelum kelas dimulai saat siswa ada di pelataran sekolah.

 

Informasi lain menyebutkan bahwa sebelum penembakan massal California, ada insiden serupa di Texas. Di mana pada hari Senin (22/1), seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun ditembak di kota Italy, negara bagian Texas dengan tersangka adalah remaja pria berumur 16 tahun yang sudah ditangkap.

 

Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Massal

 

Insiden di Kentucky ini jelas membuat keluarga WNI yang ada di Amerika Serikat was-was. Namun Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa tidak (WNI) yang menjadi korban. Informasi ini disampaikan oleh Kemenlu melalui akun Twitter resmi mereka pada hari Rabu (24/1) kemarin. Hanya saja Kemenlu menghimbau agar seluruh WNI di Amerika Serikat, khususnya di wilayah Kentucky untuk selalu waspada dan menjaga keselamatan diri masing-masing.

 

Insiden penembakan massal di sekolah California ini jelas menambah panjang daftar penembakan di negara tersebut. Menurut data penelitian yang dirilis CNN, penembakan massal di AS lebih banyak ketimbang di negara lain. Bahkan di antara tahun 1966 sampai 2012, ada 90 penembakan massal yang terjadi di Amerika Serikat dan merupakan sepertiga dari total 292 serangan penembakan massal di seluruh dunia.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*