Tunggal Putra & Putri Tak Berangkat Ke India Open 2018

Pesta cabang olahraga bulutangkis Indonesia Masters 2018 baru saja selesai diselenggarakan dari tanggal 23 sampai 28 Januari 2018. Daftar perhelatan selanjutnya adalah India Open 2018 BWF World Tour Super 500 yang diadakan tanggal 30 Januari hingga 4 Februari di New Delhi, dengan hadiah sebesar 350 USD. Tapi ternyata, tidak banyak perwakilan Indonesia yang diboyong kesana. PP PBSI hanya mengirim pemain dari sektor ganda, sedangkan sektor tunggal putra dan putri memilih untuk absen.

 

Pemain Tunggal Fokus Persiapan Kualifikasi

Keputusan tersebut dibuat, karena sektor tunggal putra sedang melakukan persiapan, agar dapat tampil semaksimal mungkin di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia (BATC) 2018 yang akan digelar mulai tanggal 6 hingga 11 Februari, berlokasi di Alor Setar, Malaysia. Kejuaraan itu merupakan Kualifikasi Piala Thomas 2018. Indonesia, India, Filipina dan Maladewa berada dalam Grup D.

 

Hendry Saputra selaku pelatih tunggal putra mengatakan kalau pihaknya akan memanfaatkan waktu dengan maksimal agar dapat melakukan pembenahan kesalahan raja poker dan kekurangan pemain. Absennya sejumlah pemain pada India Open juga dilakukan untuk menjaga kondisi atlet setelah berlaga di Indonesia Masters, yang baru beberapa hari lalu selesai dihelat.

 

“Mumpung masih ada waktu, kami manfaatkan untuk evaluasi dan membenahi kekurangan-kekurangan dan menjaga agar kesalahan kemarin tidak terulang,” ungkap Hendry ke detikSport, Selasa (30/1/2018).

“Kami sudah dari Thailand, Malaysia dan terakhir Indonesia. Saya rasa akan terlalu over jika diturunkan ke India juga, dan khawatir peak performance-nya tidak dapat dikualifikasi,” tambahnya.

 

Jika dilihat pada hasil Indonesia Masters, Anthony Sinisuka Ginting menorehkan hasil yang memuaskan, setelah sukses menyabet gelar juara dengan status non unggulan. Hal itu berbeda dengan Jonathan Christie yang harus kalah pada babak pertama.

 

Pemain tunggal putra yang akan berjuang di Kualifikasi Piala Thomas adalah Anthony, Jonathan, Ihsan Maulana Mustofa serta Firman Abdul Kholik. Sedangkan untuk ganda putra diisi oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan, Rian Agung Saputro/ Angga Pratama.

 

Hendry optimis dan percaya diri dapat masuk ke babak final, jika melihat lawan di fase grup.

“Target kami masuk final dulu dong. Kalau dilihat dari grupnya, Insya Allah tak ada masalah,” tuturnya.

 

Susi Susanti Targetkan 1 Gelar

Susi Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI juga mengatakan hal yang serupa terkait dengan keputusan tidak menurunkan pemain tunggal putra dan putri.

 

“Karena kejuaraannya berdekatan dengan Badminton Asia Team Championships (BATC), maka kami hanya mengirim wakil di sektor ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Kami lebih banyak mengirim ganda campuran karena mereka kan tidak ikut BATC. Untuk di ganda putra, ada beberapa yang berangkat untuk kepentingan poin menuju All England dan Indonesia Open,” ujar Susi kepada badmintonindonesia.org.

 

Untuk India Open 2018, PBSI mengirimkan beberapa perwakilan, yaitu di ganda putra ada Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan, Rian Agung Saputro/ Angga Pratama. Andalan di ganda putri ada Greysia Polii/ Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris.

 

Ricky Karanda Suwardi/ Debby Susanto, Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faisal/ Gloria Emanuelle Widjaja di sektor ganda campuran . Tidak ada nama Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir dalam daftar tersebut, karena mereka batal tampil.

 

Dalam kejuaraan India Open 2018, Susi menginginkan satu gelar untuk Indonesia.

“Atlet-atlet sudah tau targetnya masing-masing, tentunya kami mau yang terbaik. Target kami satu gelar dulu, tidak mau muluk-muluk, dari sektor apa saja, mudah-mudahan bisa,” kata Susi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*