Nyanyian Romi Seret Khofifah, Mahfud MD Bongkar ‘Ritual’ Tersangka KPK

Mahfud MD, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), akhirnya menanggapi ‘nyanyian’Romahurmuziy, mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setelah ditangkapnya Romi oleh KPK di OTT (Operasi Tangkap Tangan) beberapa waktu yang lalu.

Romi Seret Nama Khofifah

Diketahui Romi menyebut Khofifah Indar Parwansa, Gubernur Jawa Timur, dan juga Kiai Asep Saifudin Chalim, Tokoh PPP Jawa Timur. Romi menyebut bahwa kedua orang itu ikut merekomendasikan Haris Hasanudin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

“Khofifah sudah membantahnya. Kalau dia kenal juga dengan Haris, katanya baru tahu kalau menantu temannya sesudah Harus ditangkap, karena fotonya ada di Koran kan gitu. Jadi ya, tidak apa-apa,” kata Mahfud MD yang ditemui di Gedung KPK, Senin (25/3).

Ritual Tersangka KPK Menurut Mahfud MD

Menurutnya, nyanyian Romi ini adalah bagian dari ritual ketika seseorang terkena OTT lembaha antisurah ini. Tahap pertama, sang tersangka, di sini Romi, tentunya akan mengelak atas segala tuduhan yang ditujukan pada dirinya. “Ritualitas orang ditangkap itu sebenarnya ada 3, pertama bilang wah saya dijebak, padahal ndak mungkin orang dijebak dengan OTT karena OTT itu kan pasti dibuntuti sudah lama. Dia sendiri yang mengatur pertemuannya. Itu ritualitas yang pertama,” katanya.

Lalu Mahfud melanjutkan bahwa ritual selanjutnya adalah sang tersangka menyatakan bahwa dirinya adalah korban politik. Biasanya jawaban bandar togel terpercaya ini dilontarkan karena ia tak mempunyai jawaban lainnya. Akhirnya ia mengeluarkan pernyataan bahwasanya dirinya adalah korban politik.

“Nanti setelah diperiksa ditujukan bukti-bukti bahwa ini kamu tanggal sekian bicara gini janjinya ini tanggap sekian ganti hp nomor ini dan seterusnya baru dia oh iya gitu kan,”lanjutnya.

Setelah itu, ada ritual terakhir yang menurut Mahfud MD juga sering dilakukan tersangka KPK. Ritual ini menurutnya sering sekali terjadi di persidangan. Sang tersangka bakal mengajukan eksepsi dan juga membantah seluruh dakwaan yang mana dijelaskan oleh Jaksa Penuntut Umum di persidangan tersebut.

“Kan selalu saja begitu urutannya, sekarang Romi ini baru sampai di tahapan untuk menyatakan dijebak bilang tidak kenal bilang rekomendasi orang hanya sampaikan aspirasi baru tahap itu,” ungkap Mahfud.

Dalam kasus ini diketahui bahwa KPK telah menetapkan Romi sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap sebesar Rp. 300 juta dengan rincian detail: Rp. 50 juta dari Muafaq untuk posisi sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, dan yang Rp. 250 juta dari Haris untuk jabatan sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Setelah pemeriksaan perdana yang dilaksanakan pada hari Jumat (22/3), Romi menyebutkan bahwa Khofifah juga ikut dalam memberikan rekomendasi soal Kakanwil Kemenang Jatim Haris Hasanudin.

Respon Khofifah

Menanggapi, hal tersebut, Khofifah membantah ‘nyanyian’ tersebut. Mantan Menteri Sosial RI tersebut bahkan juga menyebutkan dirinya tak memiliki potensi pelaku korupsi atau pun suap. “Rek wajahku iki mosok ono wajah suap, ya nggak. Artinya yang punya ilmu terawang, kayanya Anda bisa terawang saya,” kata Khofifah saat ditemui awak media, dilansir dari CNN Indonesia.

Ia menambahkan bahwa dirinya mengaku geram karena namanya kerap kali disangkutpautkan oleh beberapa oknum untuk bisa memperoleh keuntungan pribadi. Hal tersebut diketahui mantan Menteri Sosial Kabinet Jokowi itu dari sejumlah laporan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Nyanyian Romi pun sampai saat ini masih dianggapnya sebagai angina lalu. Namun masyarakat Indonesia menunggu siapa saja kah yang ikut dalam kasus suap yang dipelopori Romi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*