Sebanyak 243 warga DKI Jakarta yang terdampak banjir, menjadi korban dan menelan kerugian mengaku sebagai korban banjir ini menggugat Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari Senin (13/1).

Anies digugat 234 Korban Banjir DKI Jakarta

Ratusan warga pasalnya mengaku merugi dalam peristiwa banjir yang mana terjadi tahun ini di malam pergantian tahun 2020. Gugatan ganti rugi ini dilayangkan sebanyak Rp. 42 miliar. Jumlah yang cukup besar.

Penggugat-penggugat ini diwakili oleh Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020. Mereka pasalnya menggugat Anies Baswedan yang mana dinilai lalai dalam menjalankan kewajibannya sebagai gubernur yang sesuai dengan hokum. Anies juga dituding mengabaikan untuk memberikan peringatan serta bantuan daruratnya pada korban banjir seperti yang mana diatur di dalam undang-undang.

“Gugatan soal perbuatan melawan hokum yang dilakukan oleh penguasa, terkait tentang tidak berjalannya Early Warning System (EWS), dan juga Emergency Response (ER),” ungkap kuasa hokum penggugat-penggugatn tersebut, Alvon K Palma, pada wartawan dikutip dari CNN Indonesia, di PN Jakarta Pusat.

Gugatan itu pasalnya dilayangkan dalam konteks peristiwa banjir lokal yang mana terjadi di Jakarta karena hujan yang terus menerus di malam pergantian tahun 2020. Penggugat-penggugat itu mengacu pada Undung-Undung Nomor 24 Tahun 2007 soal Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 soal Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Dalam gugatannya, warga sendiri menilai bahwa Anies melakukan perbuatan melawan hokum yang telah diatur dalam Pasal 87 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 soal Administrasi Pemerintah dan Pasal 1 angka 4 soal Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 soal Pengajuan Onrechtmatige Overheidaads.

“Jadi gugatan soal bagaimana mereka (pemerintah) itu melakukan kesiapsiagaan dalam penanggulangan banjir,” ungkapnya.

Dalam gugatan ini, menurutnya, mulainya tim kuasa hukumnya mencatat  ada 670 yang mana melakukan penggugatan. Akan tetapi setelah dilakukan verifikasi, tinggal tersisa saja 243 saja orang yang menjadi penggugat. Ia juga memastikan bahwa korban yang mana mendaftarkan diri mereka itu benar-benar yang terdampak banjir DKI Jakarta.

Gugatan ini pasalnya sudah teregister dalam nomor perkara 27/Pdt/.GS/Class Action/2020/PN.Jkt.Pst. korban-korban juga meminta supaya pihak tergugat membayarkan ganti ruginya sebanyak Rp. 42 miliar. Gugatan itu pun menurut Alvon, tak bermuatan politis dalam menyerang pribadi dari Anies Baswedan sendiri. Menurutnya, ganti rugi yang mana dimintai oleh korban-korban banjir DKI Jakarta ini adalah nominal yang sudah sesuai dengan kerugian yang mereka alami. Jumlah itu dihitungan langsung oleh para korban. “Kami biasa menggugat pemerintah,” tuturnya.

“Mereka (para korban) juga menyertakan sendiri (nominal) kerugiannya,” ungkap Alvon lagi.

Pedagang Pasar Taksir Kerugiannya Capai Rp. 1 T

Kerugian juga dialami oleh pedagang-pedagang pasar togel singapore hari ini. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) memperkirakan bahwa banjir di DKI Jakarta 1 Januari 2020 kemarin menimbulkan kerugian yang mencapai Rp. 1 T. Kerugian ini berasal dari menguapnya potensi transaksi tersebut yang paling besar dirasakan oleh sector perdagangan.

“Banjir yang tergolong di luar perkiraan ini amat sangat memukul pelaku usaha di berbagai sector ritel misalnya mulai dari restoran, pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, pengelola taxi, gojek dan grab,” ungkap Wakil Ketua Umum DPP APPSI, Sarman Simanjorang dilansir dari CNN Indonesia hari Senin (13/1).

Ia menyebutkan bahwa ada 400 toko ritel yang diduga kuat terkena dampak langsung dan tak bisa buka melayani pelanggan.