Kabar bahagia datang dari mantan pebalap MotoGP, Jorge Lorenzo, yang senang karena mengetahui Valentino Rossi memperbolehkannya menjadi pebalap tes di tim Yamaha. Lorenzo pasalnya gencar dihubung-hubungkan dengan paddock tim yang mana pernah ia bela sejak tahun 2008 sampai dengan 2016 setelah dirinya memutuskan pension sebagai pebalap.

Lorenzo Senang Dapat Restu dari Rossi

“Apakah dia (Rossi) benar-benar berkata Yamaha benar untuk berpikir soal saya? Saya sangat senang,” kata Lorenzo dilansir dari CNN Indonesia.

Seperti yang sudah banyak diketahui bersama bahwa Lorenzo dan Rossi pernah memiliki hubungan yang kurang harmonis. Isu dinding pemisah antara mereka ini sempat muncul di paddock Yahama. Dua sosok juara dunia ini juga sempat panas saat bersaing dengan sangat ketat dalam perebutan gelar juara dunia tahun 2015.

Mantan juara dunia yang berasal dari Spanyol itu diperkirakan akan menandatangani kontak menjadi pebalap tes di tim Yamaha di beberapa hari mendatang. Tugas pertama Lorenzo adalah memacu motor YZR-M1 di sesi pra-musim pertama yang akan berlangsung di Sepang bulan Februari 2020 mendatang. Dalam sesi itu, Lorenzo akan bekerja dengan mantan kepala mekanik, Rossi, Silvano Galbusera.

Yamaha sebelumnya menggaet Jonas Forlger sebagai pebalap penguji yang berasal dari Eropa itu. Klub dengan lambang garpu tala tersebut lalu berpisah dengan Folger dan sempat juga menjajaki peluang menjadikan Johann Zarco sebagai seorang pebalap penguji. Namun Zarco belakangan memilih untuk bergabung di tim Raele Avintia sebagai pebalap utamanya.

Apabila menjadi pebalap tes di Yamaha, Lorenzo pasalnya akan jadi satu-satunya pebalap pengjui yang asalnya dari Eropa. Sedangkan dua pebalap penguji Yamaha yang lainnya berasal dari Jepang, Kohta Nozane dan Katsuyuki Nakasuga.

Kembali ke Paddock MotoGP

Setelah Lorenzo memutuskan untuk pension total usai MotoGP 2019 seleai, ia berencana untuk kembali ke paddock MotoGP di musim balap tahun depan. Mantan pebalap Yamaha, Ducati dan juga Honda itu merasa menikmati kehidupan di dunia balap yang telah dijalaninya sejak tahun 2002.

“Tentu, saya akan kembali ke paddock namun saya belum tahu sebagai apa. Kami akan membicarakannya nanti. Saya sudah brrjalan kemana-mana selama 17 tahun, berada di hotel yang sama, lintasan yang sama, tempat yang sama, dan melakukan hal yang sama,” katanya dikutip dari CNN Indonesia.

“Ada tekanan, ada pula cedera. Di sana ada pula keinginan untuk memberikan yang terbaik, bahkan di saat latihan. Saya melihat diri saya sebagai orang yang senang dengan apa yang saya lakukan dan saya cintai dan sukses,” imbuhnya.

Yamaha yang pada saat itu masih mengajukan tawarannya pada Lorenzo sebagai pebalap tes musim depan pun masih belum dikonfirmasi. Lorenzo serta Yamaha pernah bekerja sama setelah 9 tahun di MotoGP. Setelah ia melakukan debut di MotoGP di ajang MotoGP 2008, Lorenzo pun jadi juara dunia MotoGP 3 kali di tim berlambang garpu tala tersebut di MotoGP 2010, 2012, dan 2015. Yamaha juga pernah memperkenalkan Jonas Folger sebagai pebalap tes di Eropa tahun ini. Setelah itu, seperti yang sudah disebutkan di atas kemudian muncul Johann Zarco yang pada saat itu disebut-sebut jadi pebalap tes di musim mendatang. Setelah dirinya meninggalkan Yamaha di tahun 2016, Lorenzo pun sempat memperkuat Ducati selama 2 musim di MotoGP 2019 berduet dengan Marc Marquez di tim Honda. Namun Lorenzo tak mampu tampil cemerlang.